Cek Cacat Bangunan Saat Survey Properti Biar Gak Rugi Bandar Renovasi
Kediri Properti – Jatuh cinta pada pandangan pertama itu indah, tapi kalau urusannya beli rumah, itu bisa jadi awal bencana finansial. Seringkali kita masuk ke sebuah rumah contoh atau rumah second yang baru dicat ulang, dan langsung terpesona oleh tata letak furniturnya yang estetik atau fasad depannya yang instagramable. Aroma pewangi ruangan yang menyengat seringkali membius kewaspadaan kita terhadap detail-detail teknis bangunan yang sebenarnya sedang "sakit".
Bayangkan skenario horor ini. Kamu sudah tanda tangan akad kredit, kunci sudah di tangan, dan tabungan sudah habis untuk membayar uang muka. Seminggu setelah pindahan, hujan deras turun. Tiba-tiba plafon ruang tamu meneteskan air hitam, dinding kamar tidur mulai berjamur, dan lantai kamar mandi ternyata menggenang tidak mau kering.
Alih-alih menikmati rumah baru, kamu malah harus merogoh kocek puluhan juta rupiah lagi untuk biaya perbaikan yang tak terduga. Rasa bahagia berubah menjadi penyesalan, dan kamu merasa tertipu mentah-mentah oleh penjual atau pengembang.
Jangan biarkan drama ini terjadi padamu. Menjadi pembeli properti yang cerdas berarti harus sedikit "rewel" dan teliti. Kamu harus bisa melihat apa yang tidak terlihat oleh mata awam. Anggaplah dirimu sedang menjadi detektif swasta yang sedang mencari bukti kejahatan konstruksi. Berikut adalah panduan teknis cara mengecek kesehatan bangunan agar kamu tidak membeli kucing dalam karung yang penuh penyakit.
Bawa Alat Perang Sederhana
Jangan datang ke lokasi survei dengan tangan kosong. Bawalah "kit detektif" sederhana yang akan menyelamatkanmu dari kerugian besar. Alat-alat ini mudah didapat tapi sangat ampuh.
|
|
| Cara sederhana mengecek keramik lantai yang kopong. |
Pertama, bawa senter yang terang (atau pakai flash HP). Ini berguna untuk mengecek sudut-sudut gelap di bawah wastafel atau di atas plafon. Kedua, bawa kelereng atau bola pingpong. Ini bukan untuk main-main, tapi untuk mengecek kemiringan lantai.
Ketiga, bawa pengisi daya ponsel (charger) atau tespen untuk mengecek aliran listrik di setiap stop kontak. Terakhir, bawa tongkat kecil atau uang koin logam untuk mengetuk-ngetuk keramik lantai. Dengan persiapan ini, agen properti atau penjual akan tahu bahwa kamu bukan pembeli sembarangan yang gampang dikibuli.
Dinding yang Berbicara
Dinding adalah struktur utama rumah. Jika dinding bermasalah, perbaikannya bisa sangat mahal dan ribet. Perhatikan dengan jeli setiap jengkal tembok, baik di dalam maupun di luar rumah.
Carilah retakan. Ada dua jenis retak: retak rambut (hairline crack) dan retak struktur. Retak rambut yang tipis dan hanya di permukaan acian semen biasanya wajar dan mudah ditambal. Tapi waspadalah jika kamu melihat retakan yang tembus (terlihat dari sisi luar dan dalam di titik yang sama), retakan diagonal (miring) di sudut pintu/jendela, atau retakan yang lebarnya lebih dari 2 milimeter. Itu tanda adanya pergeseran pondasi atau kegagalan struktur yang serius.
Selain retak, cek juga tanda-tanda rembesan air. Raba dinding bagian bawah (dekat lantai) atau dinding yang berbatasan dengan kamar mandi. Jika catnya menggelembung, mengelupas, atau ada noda "pulau" kekuningan/kehitaman, itu artinya ada kebocoran pipa di dalam tembok atau rembesan air tanah yang parah (capillary rise). Masalah ini sulit disembuhkan hanya dengan cat ulang; kamu mungkin harus membongkar plesteran temboknya.
Lantai Kopong dan Jebakan Air
Sekarang gunakan koin atau tongkat yang kamu bawa tadi. Ketuk-ketuklah keramik lantai secara acak, terutama di bagian tengah ruangan dan di sudut-sudut. Jika bunyinya "tak-tak" (padat), berarti pemasangan adukan semennya baik. Tapi jika bunyinya "dung-dung" (nyaring/kosong), itu tandanya keramik tersebut kopong alias tidak ada semen di bawahnya.
Keramik kopong adalah bom waktu. Suatu saat, keramik itu bisa meledak (popping) atau pecah terangkat karena pemuaian panas. Mengganti keramik satu rumah bukan biaya yang murah.
Selanjutnya, masuklah ke kamar mandi, teras, atau balkon. Letakkan kelereng di lantai. Perhatikan gerakannya. Kelereng harus menggelinding lancar menuju lubang pembuangan air (floor drain). Jika kelereng diam di tempat atau malah menggelinding ke arah pintu (menjauhi lubang), berarti level kemiringan lantainya salah. Akibatnya, air akan menggenang setiap kali kamu mandi atau hujan, menyebabkan lantai licin dan berlumut.
Plafon Saksi Bisu Kebocoran Atap
Jangan lupa mendongak ke atas. Plafon atau langit-langit adalah indikator terbaik untuk mengetahui kondisi atap genteng tanpa kamu harus memanjat ke atas genteng.
Carilah noda air berwarna coklat atau kuning yang membentuk lingkaran (water stain). Sekecil apapun noda itu, itu adalah bukti valid bahwa atap pernah atau sedang bocor. Tanyakan pada penjual: "Apakah ini bocor lama yang sudah diperbaiki, atau bocor baru?". Minta garansi perbaikan atap sebelum akad.
Perhatikan juga apakah plafon terlihat melendut atau bergelombang. Plafon gypsum atau triplek yang melendut menandakan rangka di atasnya mungkin sudah lapuk dimakan rayap atau keberatan beban air. Ini berbahaya karena bisa rubuh sewaktu-waktu menimpa penghuni.
Sanitasi dan Bau Tak Sedap
Masalah air dan sanitasi seringkali baru ketahuan setelah kita pindah. Saat survei, jangan malu untuk memutar semua keran air sampai maksimal. Cek tekanan airnya, apakah deras atau loyo? Jika airnya kecil, mungkin pipa instalasinya tersumbat atau pompanya lemah.
Cek juga warna dan bau airnya. Tampung air di botol bening. Apakah airnya keruh, kuning, atau berbau besi? Ini akan memaksamu membeli filter air mahal nantinya.
Yang paling krusial, siram toilet (flush) dan perhatikan laju airnya turun. Jika air turunnya lambat atau berbunyi "grup-grup" (seperti ada udara balik), hati-hati. Itu tanda septic tank sudah penuh atau saluran pembuangannya mampet. Kamu tentu tidak mau menyedot WC di hari pertama pindahan, bukan?
Kusen Pintu dan Ancaman Rayap
Bagi rumah yang menggunakan kusen kayu, musuh utamanya adalah rayap. Perhatikan bagian bawah kusen pintu yang menempel ke lantai. Ketuk dengan koin atau jari. Jika bunyinya kopong atau kayunya terasa lunak saat ditekan, berarti bagian dalamnya sudah habis dimakan rayap.
Lihat juga apakah ada jalur tanah merah kecil yang menempel di dinding atau kusen. Itu adalah jalan tol bagi koloni rayap. Jika kamu menemukan satu jalur saja, besar kemungkinan satu rumah itu sudah terinfestasi rayap hingga ke rangka atap. Biaya anti-termite treatment dan penggantian kayu itu sangat mahal.
Cobalah buka-tutup semua pintu dan jendela. Apakah lancar atau seret/macet? Pintu yang susah ditutup atau miring bisa menjadi indikasi bahwa kusennya memuai karena lembab, atau lebih parah lagi, pondasi rumah di bagian itu sedang turun (settling) sehingga kusen menjadi tidak siku lagi.
Listrik dan Lingkungan Sekitar
Gunakan charger HP-mu untuk mengetes setiap lubang stop kontak. Pastikan semua berfungsi. Seringkali di rumah second atau lelang, instalasi kabel di dalam tembok sudah putus atau dicuri orang, dan memperbaikinya harus membobok tembok satu rumah.
Terakhir, keluarlah dari rumah dan lihat lingkungan sekitar. Perhatikan tiang listrik atau tembok pagar tetangga. Apakah ada bekas garis air kecoklatan setinggi betis atau lutut? Itu adalah tanda banjir yang tidak bisa dihapus.
Hirup udara di sekitar rumah. Apakah ada bau menyengat dari selokan? Bau got yang parah bisa masuk ke dalam rumah dan mengganggu kenyamanan hidupmu selamanya.
Mengecek fisik bangunan memang melelahkan dan butuh waktu. Mungkin penjual akan merasa risih karena kamu terlalu teliti. Tapi ingat, kamu akan mengeluarkan uang ratusan juta atau miliaran rupiah. Kamu berhak mendapatkan produk terbaik.
Jangan takut untuk menawar harga jika kamu menemukan cacat-cacat tersebut. Gunakan temuanmu (seperti atap bocor atau tembok retak) sebagai senjata negosiasi untuk meminta diskon harga renovasi.
Jadilah pembeli yang kritis. Lebih baik lelah satu jam saat survei daripada menyesal dan bangkrut bertahun-tahun kemudian karena harus merenovasi rumah rongsokan.
FAQ & Penutup
1. Kapan waktu terbaik untuk melakukan survei bangunan?
2. Apakah rumah baru dari developer pasti bebas dari cacat bangunan?
3. Apa yang harus dilakukan jika menemukan retak struktur pada rumah contoh?
4. Bagaimana cara membedakan kebocoran atap baru vs bekas perbaikan?
5. Berapa biaya rata-rata untuk jasa inspeksi rumah profesional?
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. Teknik Inspeksi Kerusakan Bangunan – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
03. Manual Perawatan Bangunan Sipil – Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.

.gif)

No comments:
Post a Comment